Selasa, 12 Maret 2013

Serakah Membawa Musibah



Serakah Membawa Musibah
Oleh : Asep Saepudin Soleh

Setiap manusia pasti ingin mendapatkan sesuatu khususnya harta dalam jumlah yang banyak sehingga bisa mencukupi diri dan keluarga serta bisa berbagi kepada orang lain. Berbagai cara dan usahapun dilakukan demi mendapatkan harta yang banyak.
Namun apa dikata keinginan tidak selalu sejalan dengan kenyataan, ada saat dimana kita mendapat banyak, tapi pada saat lain kita mendapat sedidkit bahkan sangat sedikit dan tidak dapat mencukupi kebutuhan. Pantas jika ada pepatah mengatakan bahwa harta ibarat sebuah bayangan, ketika kita kejar ia lari ketika kita diam ia pun diam.
Kecintaan pada harta dunia senantiasa menghiasi kehidupan manusia, tidak jarang orang yang ingin mendapatkan harta sampai berani merampas hak milik orang lain, bersifat kikir dan serakah.
Dalam istilah bahasa arab, ada dua kata untuk memberi sebutan kepada orang yang haus akan harta, pertama menggunakan kata bukhlun atau bakhil yang berarti kikir, yang kedua menggunakan kata Syuhhun yang berarti serakah atau tamak. Orang yang mempunyai sifat serakah selain kikir dia juga tamak terhadap harta, dia tidak rela berbagi dengan sesama dan ingin semua harta menjadi miliknya sendiri. Sifat serakah sangat berbahaya karena selain akan merugikan diri sendiri juga merugikan orang lain. Kita masih ingat bagaimana Qorun ditenggelamkan ke dalam tanah bersama harta yang dipuja-pujanya karena kekikirannya dan kufur terhadap Yang aha Memberi yaitu Allah SWT.
Memang pada dasarnya pada diri manusia terdapat potensi untuk bersifat kikir. Tetapi ada orang yang melawan sifat kikir tersebut, dan ada juga orang yang menurutinya. Dalam sebuah hadits rosul riwayat Ath-Thabrani dan Nashirudin Al-Albani menyebutkan hadits ini hasan, bahwa ada tiga penyakit hati yang dapat merusak, yaitu ; syuhhun mutha`un wahawan muttaba`un wai`jabul mari binafsihi (Kikir atau serakah yang ditaati, hawa nafsu yang diperturukkan, dan kekaguman sesrorang pada dirinya sendiri). Dalam sebuah hadits Allah memperingatkan kepada kita, “hati-hatilah kamu dari sifat kikir (serakah), maka sesungguhnya kikir itu telah membinasakan orang sebelum kamu”.
Sebagai contoh, di masa Nabi Isa ada seorang lelaki Bani Isroil  yang datang kepada Nabi Isa as dan berkata, Wahai Isa, saya ingin bersahabat dan selalu bersamamu!, Nabi Isa berkata, “Baiklah, marilah berjalan mengikutiku!!”. Beberapa lamanya berjalan orang itu

Dari kisah Bani Isroil tadi ada beberapa pelajaran yang dapat kita petik, bahwa sifat kikir yang ada pada diri seseorang senantiasa akan melakukan perbuatan, tindakan merampas hak milik orang lain, dia berani berbohong dan senantiasa tidak merasa puas terhadap bagiannya yang pada akhirnya kebinasaanlah yang dia dapatkan. Seandainya dia bersifat qona`ah dan ridla akan bagiannya niscaya dia selamat an akan menikmati harta bagiannya. Tetapi karena dia menuruti sifat serakahnya pada akhirnya jangankan menikmati, yang terjadi dirinya kebinasaan menimpa dirinya.

Oleh karenanya Allah mengingatkan kita dalam al-Quran,  “dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, Padahal kamu mengetahui.”(QS. Al-Baqarah : 188). Wallohu a`lam.⟳⟳

1 komentar:

Materi Pengajian Masjid An-Nur Ciwangi

Pengajian Masjid An-Nur Serakah Membawa Musibah   Oleh : Asep Saepudin Soleh   Kecintaan manusia terhadap harta زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبّ...